Minggu, 03 Juni 2012

Abu Bakar Ash Shiddiq in Story Cube


Setiap mau buat pembelajaran untuk pertemuan berikutnya, cukup memeras otak. Sebenarnya mudah saja kalau saya hanya memindahkan materi dari buku, lalu membuat LKS, tapi saya  inginnya bagaimana caranya supaya  ada sesuatu yang membuat siswa tertarik ketika belajar hal tersebut.
 Pikir punya pikir, iseng-iseng lihat-lihat bukunya bu Nuha di rak yang selalu tertata rapi dan bersih, kayanya kalau ada yang letaknya pindah Bu Nuha bakalan tahu deh, secara dia rapi banget gitchu loh, Nah kalau saya?!. Meja berantakan terus, katanya sih ciri-ciri seniman emang gemar yang namanya ketidakteraturan alias berantakan. He..he.. (jangan ditiru-off the record) Oiya balik lagi ke rak Bu Nuha. Saya menemukan sebuah buku menarik, judulnya 100+ ideas for children, Jackie Holderness and Annie Hughes Penerbitnya McMillan, 1998  tapi boleh dong, nyuri-nyuri ide, tip intip dikit metode-metodenya atau kit-nya. Nah dapat nih, pas bagian Cube story. Treeng, langsung ada lampu nih di kepala. Gimana kalau Materi Assabiqunal Awalun kisah Abu Bakar Ash Shiddiq saya bikin jadi kubus, masing-masing sisinya menampilkan plot cerita dari kisah Abu Bakar tersebut. Good, dapat idenya. Mulai deh
1. Browsing kisah Abu Bakar Ash Shiddiq, cari-cari buku-bukunya (pengetahuan dasar  sudah ada, masa iya umur segini gak tahu kisah Abu Bakar)
2. Saya buat ceritanya sedemikian rupa supaya jadi satu lembar tapi padat materi (untuk 2nd grade gitu loh, banyak-banyak nanti pusingL
3. Mulai cari-cari komik Abu Bakar di perpus, dapat dari penerbit Rumah Pensil, Syamil, Adz Dzikr. Saya compare, cari yang paling keren tentunya(gambarnya)
4. Buat 6 gambar yang harus mewakili cerita, di kertas HVS saja, terus kita warnai.  Keren lagi kalau ada G-pen kita gambar disitu, print warna deh. Wuihh mantap,Tapi berhubung dana terbatas tapi pikiran harus di luar batas jadi sebisa mungkin buat media murah namun memikat hati
5. Oke lanjut, buat pola bangun kubusnya dari kertas duplek, ukurannya lumayan besar. Saya buat 20 cm masing-masing rusuknya. Soalnya untuk dilempar-lempar, kalau kecil gak seru donk.
6. Gambar sudah jadi, kubus sudah jadi tinggal tempel jadi deh. Oia, sebelumnya saya lapisin dulu gambar yang sudah diwarnai crayon dengan cat acrylic transparent Rp. 28.000an beli di Gramedia, tapi menurut saya sih mahal, kalau ada referensi yang lebih murah lagi boleh tuh. Kenapa harus dilapisi? Supaya gak bleberan, crayon kan kalau kena tangan jadi kotor  tangannya, and supaya warnanya tetap mengkilat, kinclong.
Dah Jadi deh, Mau lihat? Nih dia
Nah pas pembelajarannya, saya umpetin dulu tuh kubus cerita dibalik jilbab indahku. Anak-anak bertanya-tanya, Apa tuh bu? Jadi di awal kita main tebak-tebakkan. Itu murid-murid kenapa nebaknya aneh-aneh ya? dari mulai perlengkapan kelas, perlengkapan mandi, perlengkapan dapur sampai alat bangunan disebutin. Ihh gak nyambung deh, dah tahu guru PAI, pasti yang berhubungan dengan PAI kan, tul gak? (ingat bu guru jangan membatasi pikiran anak, berpikir out of the box kan boleh-boleh aja)
Akhirnya saya mulai dengan suara menggelegar kisah Abu Bakar sambil memegang media dan memperlihatkan sisi ceritanya satu per satu. I’m glad, kids so enthusiastic. Senang melihat mata mereka yang berbinar-binar menanti kelanjutan ceritanya.
Selesai bercerita kami membentuk lingkaran, saya memberi aturan main. Siapa yang mendapatkan kubusnya maka ia harus menceritakan gambar pada bagian kubus yang menghadap ke atas. Everybody agree? Yesssssss I’m agree, jawab mereka serentak. Saya menutup mata, dan melemparkan kubusnya tak tentu arah, mereka berebutan mengambilnya, sudah gak sabaran ingin menumpahkan cerita. Bahkan si Afdzal salah satu muridku yang cenderung pendiampun tak luput dari rebutan kubus. Kubus itu jatuh pada Rifki, rajanya bercerita di kelas. Dia kebagian gambar Abu Bakar dan Umar sedang mengumpulkan pelepah kurma untuk dijadikan alas menulis ayat-ayat Qur’an. Kisah tersebut meluncur deras dari mulut Rifki. “Perang Riddah membuat banyak penghafal Qur’an mati syahid, karenanya Umar bin Khattab mengusulkan untuk mengumpulkan kembali ayat-ayat qur’an yang ada pada para penghafal Qur’an dengan cara menuliskannya di pelepah kurma, tulang ataupun daun lontar. Jadi pada Masa Abu Bakarlah ada usulan agar ayat-ayat Al Qur’an dikumpulkan” ucapnya lancar
Oke point for boys, beranjak dari tempatku duduk, menggambar bintang indah untuk anak putra di papan tulis.
Lanjut……begitu selanjutnya, anak-anak begitu antusias bermain lempar kubus. Wah mudah-mudahan mereka gak cuma saat ini saja bisa menceritakan kembali kisah Abu Bakar ya, tapi besok-besok masih inget. Mau coba kawan? Jika bertemu siswa-siswi SDIT NF kelas 2D  Tanya aja, kalau mereka bisa, berarti ngajarku sukses. Cihuyy. Yang utama adalah mereka having fun and enjoying their study.

2 komentar:

  1. Assalamualaikum bu Reni, boleh juga tuh kalo mau diikutin untuk lomba kreatifitas guru 2012 tingkat nasional.

    Dicoba aja hadiahnya menarik

    BalasHapus
  2. Aamiin, pak eko, masalahnya saya baru buka blog and baca usul bapak (he..he.. telat.com). I'll try next year :)
    Eh tapi bener nih menarik? Gak PD

    BalasHapus