Minggu, 07 November 2010

Story based learning


Cerita merupakan bagian integral dari kehidupan kita, dan telah sejak jaman dahulu. Digunakan sebagai alat penting bagi manusia untuk komunikasi dan belajar. Mereka telah dijalin ke kehidupan kita  dongeng, cerita sebelum tidur, mencengkeram novel,bertujuan  untuk menghibur dan terlibat animasi dan film.
Dengan kemajuan teknologi, cerita telah berubah menjadi bentuk baru tetapi tujuan utama mereka terus tetap sama.
Di catalog Rumah Pinsil yang saya baca, ditekankan bahwa cerita itu sangat penting bagi motivasi hidup manusia. Bagaimana Inggris dapat mengalahkan bangsa Spanyol pada Perang dunia 1 (atau 2 ya lupa, mana guru sejarah nih). Padahal saat itu Spanyol adalah bangsa yang besar dengan segala peradabannya yang marvelous. Ternyata tipsnya satu. Para orang tua mereka selalu dan hampir setiap malam menceritakan kisah (sekarang ada di Disney,) seperti Putri Salju, Putri Tidur dll (saya salah satu favoritnya, kebetulan waktu kecil ibu penjual buku, jadi rumah saya penuh buku, bukan buku sendiri sih. Tapi dari situ saya jadi suka membaca, berimajinasi, menggambar, everything connect to colour)

Kembali ke laptop….
 Mengapa kisah-kisah Disney atau Hans Anderson itu bisa membangkitkan kejayaan Inggris beberapa tahun ke depan. Ternyata isi, konten cerita itu. Hampir semuanya mendoktrin TAK ADA YANG TAK MUNGKIN. Ex: Cinderella dari Upik Abu jadi Putri, Pangeran kodok dan seterusnya. Tak ada yang tak mungkin jika kita yakin dan berusaha. Itu yang jadi doktrin di kepala anak-anak mereka. Sehingga dengan kemegahan Spanyol mereka tidak gentar sedikitpun.

Pembelajaran berbasis cerita adalah salah satu yang paling disukai
Hal ini membawa transfer pengetahuan yang efektif untuk pelajar dan mengarah ke penggunaan di lingkungannya, mengkaitkan karakter sampai cerita tersebut terungkap.
Saya sendiri sedang menerapkan pembelajaran berbasis cerita. Sejauh ini baru materi adab, untuk kisah (Rasulullah) saya belum menemukan metode yang pas selain bercerita

Pada metode yang saya berikan anak diminta untuk menemukan urutan/tata cara di dalam cerita pendek berseri yang saya gulirkan.
Kebanyakan dari buku yang saya baca, mereka menjelaskan materi dengan menyebutkan.
Misalnya begini:
Adab buang air besar dan kecil
1. Dilakukan di tempat tertutup, seperti kamar mandi atau WC
2. Mendahulukan kaki kiri ketika akan masuk WC
Dan seterusnya…

Yang saya lakukan adalah sebagai berikut

“Maryaam, sudah pukul 06.00, ayo mandi! Nanti kamu terlambat” bunda setengah berteriak mengingatkanku.
“Ya bunda…” segera kulangkahkan kaki menuju kamar mandi. Sambil bersenandung kuraih handuk di kursi dan segera melangkahkan kaki menuju kamar mandi. Baru saja mau masuk tiba-tiba
“Yam, masuk kaki kiri! Pakai sendalnya! Jangan lupa baca doa dulu! Diganggu jin baru tahu rasa!” abang Azzam mengingatkanku sambil berjalan menuju meja makan.
“Ups..Iya ya hampir lupa” “terimakasih abangku yang ganteng, manis dan baik hati” ujarku setengah usil.
“Wah… abang sudah rapi dengan seragamnya yang baru”, “ah aku juga mau pakai seragam baru…karena mau ke sekolah yang baru…dapat teman baru…” ujarku dalam hati“Allahumma inni a’udzubika minal khubutsi wal khobaits” ujarku pelan lalu memasuki kamar mandi.
La…la… bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi, ha..’
“Duk…duk…” suara ketukan di pintu kamar mandi. “Maryam, tidak boleh bernyanyi atau bicara di kamar mandi!” suara ayah terdengar berat.
“O iya, lupa…” ujarku dalam hati.
Ya sudah bersih semua, sudah kubersihkan duburku setelah buang air besar, tentunya dengan tangan kiri. Alhamdulillah WCku tidak menghadap kiblat, kata bu guru tidak boleh buang air menghadap kiblat. Dan juga kalau buang air harus di lubang WC, tidak boleh di lantai kamar mandi atau di temboknya, nanti kamar mandinya jadi bau.
“Hah?!  sudah pukul 06.30, harus segera berangkat!” ujar Maryam terkejut sambil memandangi jam dinding di kamar mandi.

Bisakah kalian tebak kemana Maryam akan pergi?_____________________________________
Bagilah kelas menjadi beberapa kelompok.
Dari cerita diatas. Diskusikanlah dengan kelompokmu
Temukan dan tuliskan adab masuk dan berada di dalam kamar mandi yang dilakukan oleh Maryam!

Nah untuk selanjutnya yang jadi pertanyaan besar adalah apakah anak-anak kita mampu.saya sudah mencoba pada kelas sebelumnya (tahun 2009/2010), belum terlalu terlihat evaluasinya.
Apakah yang seperti ini positif. Untuk mengeluarkan metode baru perlu pembiasaan, dan saya sedang mencoba memulainya.
Mohon segala masukan dan kritikan ataupun diskusi lebih lanjut saya nantikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar