Sabtu, 06 November 2010

Al Malik

Merayapi sela-sela halaman koran, membuat mata ini lelah menatap. Tapi enggan berhenti.
Ketertarikan yang begitu mendalam menyusupi relung-relung syaraf di bagian terpenting dalam tubuhku.

Adzab apa yang begitu sempurna, sehingga manusia lebih mencintai hewan ternaknya ketimbang nyawanya sendiri
Adzab... terlalu cinta dunia mungkin
atau kemiskinan yang sudah terlalu menyedot darah, daging ditubuh keluarga itu.
Dengan bersemangat, setengah khawatir, setengah berharap kemungkinan ia akan dapat menyelamatkan nyawanya sebelum gundukan tanah yang sangat tinggi itu memuntahkan isinya yang dipenuhi oleh amarah akan buruknya perilaku pemujanya.
Teringat kisah Umar bin Khattab, ketika ia sedang memegang segelas susu, tiba-tiba bumi bergetar.
Umar bertanya, sambil mendekatkan telinganya ke bumi. "Ada apa denganmu?"
Bumi itu tetap bergetar. Umar bertanya lagi, "Apa ada yang salah dengan kepemimpinanku?"
Sontak bumi itu terdiam.
Secuil cerita ini, mungkin dapat sedikit mengingatkan kita. betapa alampun bisa marah/protes atas keburukan akhlak para mahkluk yang menjejakkan kaki di atasnya.
Dan sungguh betapa beratnya seorang pemimpin itu, bahkan dilingkup paling terkecil sekalipin (keluarga)
Terjadinya bencana Umar bin Khattab mengkaitkannya dengan kepemimpinannya. Akankah kita?

Gempa,banjir bandang, tsunami, gunung meletus, hanya sebagian kecil dari kekuasaan Allah yang bisa diperlihatkan. bahwa Allah berkuasa. Yaa Malik.
Depok....akankah... dan semoga tidak.
dan semoga
Dimana kita menjejakkan kaki. ia (bumi) menyambut dengan bahasa yang tidak kita mengerti namun indah untuk dilantunkan di penduduk langit.
Masyarakat Depok...........mencintai Mu. katanya...





.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar