Selasa, 01 Oktober 2013

Celengan Qurban



“Bu, Adian bawa celengan.....” salah satu anak berteriak
“Bu recehan semua,
“Wah, banyak amat Adian
“Yahh isinya cuma logam, seratusan
“Eh nggak, ada  yang lima ratus, seribu
Suara siswa bersahut sahutan,mereka  be rebutan ingin melihat celengannya,
Adian segera menuju ku, menuju kotak infaq yang kupegang. tepatnya.
Srengg, klontang... puluhan uang receh terjun dari celengannya,dari kaleng bekas biskuit panda yang ia gunakan untuk celengannya. Sontak seluruh siswa tepuk tangan.
“Horee...Adiaann
Pengumpulan infak qurban berakhir penuh makna, bukan hanya sekedar meletakkan uang ke kotak infak. Tapi pagi ini kami belajar tentang pengorbanan, keikhlasan, kesabaran, keyakinan, harapan dan impian.
Pengorbanan seorang anak kecil yang merelakan uang yang dikumpulkan diberikan pada orang lain
Keikhlasan
Kesabaran, kesabarannya dalam mengumpulkan uang tersebut bertahun-tahun untuk digunakan disaat yang tepat
Harapan dan impian, kami belajar banyak tentang harapan dan impian
Adian memiliki harapan bahwa setiap uang yang ia infakkan dapat memberikannya surga.
Siapa yang tahu bagaimana surga?
Siapa yang tahu, apakah setiap uang yang ia infakkan untuk kurban, bisa membantunya menuju surgaNya?
Siapa yang tahu?.. tidak ada yang tahu.
Tapi ia yakin, yakin sekali bahwa setiap receh yang ia kumpulkan untuk hewan qurban, dalam setiap helai rambut hewan kurban itu nantinya, akan ada kebaikan dia disana.
Ia yakin pada hari kiamat nanti hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Dan darah hewan qurban itu akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di mana pun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah.
Ia yakin Allah akan mencintainya dengan ia berinfak, sholat yang rajin, beribadah sungguh-sungguh.
Keyakinan ini adalah iman.
Pertanyaan akhirnya adalah... Apakah kita memiliki keyakinan yang kuat, ketika akhir impian itu ada tapi tidak terlihat. Apakah kita bisa seyakin Adian atau Adian-adian yang lain.
Seberapa besar keyakinan kita hingga bisa melakukan kurban, masih banyak di masyarakat yang meyakini bahwa berkurban cukup sekali, padahal ketika kita memiliki rezeki lebih maka sebenarnya wajib bagi kita untuk berkurban.
Seberapa sabar bagi kita yang memiliki gaji pas-pasan untuk sekedar meletakkan uang receh di kaleng bekas supaya bisa berkurban suatu hari nanti.
Kalau ada niat, kalau yakin. Seberapa mahal pun hewan kurban itu pasti bisa kita beli, dengan harapan mengurangi dosa-dosa kita yang sudah berkarat ini

Karena pada akhirnya, dunia ini akan berakhir dengan dua tempat tersisa, keabadian bersama iblis atau keabadian bersama Nabi dan Rasul Nya.

3 komentar:

  1. thanks, sebenarnya ingin lebih dispesifikkan lagi. per tema. Tapi gak tau caranya. He..he.. (minim teknologi nih)

    BalasHapus
  2. thanks, sebenarnya ingin lebih dispesifikkan lagi. per tema. Tapi gak tau caranya. He..he.. (minim teknologi nih)

    BalasHapus