Sabtu, 15 Oktober 2016

Suntik Meningitis di RS Fatmawati

“Bu dokter, kalau saya gak mau suntik, saya bisa dapat kartu kuningnya gak?’ Tanya seorang pemuda yang berusia 20-an, dengan antrian satu nomor di depan saya.
“Ya nggak bisalah, kartu kuning ini salah satu syarat untuk umroh atau haji,” jawab dokter itu dengan suara agak keras.
“Tapi saya gak berkenan untuk disuntik. Saya hanya mau ibadah,” ujar pemuda itu bersikeras.
“Ya terserah anda saja, tapi saya tidak mau mengeluarkan kartu kuning ini,” bantah bu dokter itu dengan santai.

Minggu, 08 Juni 2014

CINTA itu bernama IBU


Sewaktu saya berusia 5 tahun, Bapak dan Ibu bercerai karena Bapak menikah lagi. Saya dan ketiga kakak saya ikut ibu semua. Padahal ibu tidak mempunyai penghasilan dan harus membiayai sekolah kami semua. Alhamdulillah kakak yang pertama mendapatkan beasiswa di perguruan tinggi. Kakakku yang kedua berusaha mengajar sana-sini demi membiayai kuliahnya di UI, sedangkan aku dan kakakku yang ketiga masih sekolah.

Bapak tidak lagi memberi nafkah. Demi membiayai kehidupan kami, ibu melamar menjadi sales buku. Beliau diterima, rumah demi rumah diketuknya. Terkadang diusir, pernah pula dikejar anjing. Panas terik beliau jalani tanpa mengeluh, sesekali ia berhenti di mesjid untuk sholat atau sekedar menenangkan diri dan berdoa. 

Satu kali kakakku yang kedua, mas Is berada di rumah terus, sampai ibu bertanya mengapa ia tidak kuliah. Setelah didesak mas Is mengatakan bahwa ia harus membayar kuliah, kalau tidak akan DO.
Saat itu, seperti jatuh tertimpa tangga, ada pemberitahuan bahwa rumah kami akan disita. Kami harus keluar esok harinya. Kehidupan makin sulit dari sebelumnya. Tapi ibu tidak tinggal diam. 

Aku tidak tahu bagaimana prosesnya, tapi saat shubuh tiba. Ibu datang dengan sebuah truk kecil, meminta kami untuk membawa barang-barang untuk pindah.
Siangnya beliau minta ditemani mas ku untuk menemui dekannya. Menurut cerita Mas Is, Ibu meminta tambahan waktu dua hari lagi untuk melunasi SPP mas Is, jika dalam waktu dua hari belum dibayar, maka ibuku rela Mas Is dikeluarkan. Saat itu mas Is terbelalak kaget, apa bisa? Uang yang ia kumpulkan masih kurang banyak untuk memenuhi iuran tersebut. Bagaimana ibu bisa memenuhinya dalam waktu dua hari?

Rabu, 21 Mei 2014

Ikhlas itu... Just do it, and you will know



Kehidupan yang kujalani sampai usiaku sekarang, banyak memberikan pelajaran. Bahkan pastinya, itu akan terus berlangsung sampai ku mati.

Senang, Ceria, Sedih, Luka, Tawa semua mengalir...  yang pasti 

ketika kita terluka adalah mendoakan, ketika kita takut kehilangan adalah mengikhlaskan, ketika kita takut masalah adalah menghadapi

Hidup tak pernah terlepas dari itu 

ketika tahu hakikat hidup yang sebenarnya (beribadah untuk Allah), maka rasa sakit itu terasa tapi tak menjadi terlalu menyakitkan lagi.

Ketika tahu bahwa kita hidup hanya di antara dua titik
Maka kita hanya perlu mengisi garis yang menghubungkan dua titik tersebut dengan hal-hal yang memberikan manfaat bagi orang lain, berbuat baik, dan tentunya memberikan ‘nilai’ pada diri kita, menjadi manusia yang tak malu berhadapan dengan Allah nantinya.

Ketika kita tahu bahwa menikah adalah menyempurnakan setengah agama, maka menjadikan setengahnya lagi tiket masuk ke surga, adalah usaha, kerjasama yang kuat dan penuh kepercayaan antara suami istri tersebut.

Minggu, 04 Mei 2014

Wahai damai..Peganglah Tanganku




Beberapa hari yang lalu, saya sedang terheran-heran melihat seseorang yang dengan keras kepalanya menuntut, menekan, memaksa, menyalahkan orang lain, mengecilkan orang lain, meremehkan , mencerca dan bahkan tidak memberi kesempatan orang lain untuk bicara.Sehingga membuat seisi ruangan terperangah, takjub akan kelakuannya yang membuat kesal hampir seluruh isi ruangan..dan anehnya, ia sama sekali tak merasa telah membuat semua orang tak nyaman. Seperti gunung es meletus, ia meledak tiba-tiba dan serpihannya mencabik orang di sekitarnya. Oh my God, dia seorang ikhwah yang notabene sudah kenyang dengan materi materi tarbiyah. Bagaimana mungkin dia tidak bisa dibuat mengerti akan suatu keadaan atau situasi.

Tiba-tiba ada satu kata terlintas...”Damai”... 

Pasti banyak orang yang merindukan suasana damai, baik di lingkungan keluarga, pergaulan maupun dalam lingkup terbesar, yaitu negara. Tapi seringkali kita menyerahkan terjadinya perdamaian pada itikad baik orang lain, tanpa kita mau memulainya duluan.

Padahal inti dari terciptanya perdamaian itu dimulai dari kemampuan kita berdamai dengan diri sendiri. Artinya? Kita tidak lagi disibukkan oleh pertanyaan-pertanyaan menyangkut diri sendiri. Misalnya tentang saya seperti apa, bagaimana orang memandang saya, dsbnya. Tapi bukan berarti kita cuek atas pendapat orang lain atau tidak peduli pada diri sendiri, melainkan hal-hal itu sudah lama kita proses dan kita temukan jawabannya.

Untuk bisa berdamai dengan diri sendiri memang tak mudah. Harus banyak sisi positif dari diri kita yang dimunculkan dan kita yakini. Sisi negatif dari diri kita harus selalu diupayakan untuk mengubahnya, minimal menguranginya. Butuh kemampuan untuk menerima kenyataan, akan hal yang tidak bisa didapatkannya. 
Seorang anak kecil ketika menginginkan mainan bersikeras mengatakan
 “Pokoknya aku mau itu!, harus beli!”. 
Orang mungkin akan maklum karena ia masih anak-anak, tapi kalau orang dewasa seperti itu, tentu tidak sama.
 
Apakah tokoh pada cerita diawal, termasuk orang yang tidak bisa berdamai dengan diri sendiri?

Berikut ciri-ciri orang yang tidak bisa berdamai dengan

Selasa, 01 April 2014

Pe "Re" mpuan Cahaya



Khusus orang dewasa yaa

"Ayo samperin..." ujarku kepada Re:
Ia diam terpaku. Air matanya meleleh.
"Kamu saja. Datangi dia, dan peluk dia," jawabnya lirih
"Lha, ngapain kamu kemari kalau harus aku juga yang memeluknya."
"Sudah kamu kesana, peluk dia...peluk dia untukku"
"Kamu saja sendiri"
"Gue keringetan"
"Gak apa, ayo sana..."
"Gue ini pelacur..." kata Re: nyaris tak terdengar." Jangan sampai ditubuhnya melekat keringat pelacur. Peluk saja dia untukku."

Kiranya itu adalah potongan percakapan yang membuatku merasakan Re, perempuan subjek penelitian skripsinya kang maman.
 Well lucu juga yaa, aku tak sempat bertanya, why he is called with Kang. Kang itu kan bahasa Sunda, and so far I know, he's coming from Makasssar. Well… nevermind. Back to Re


Undangan pertama yang ku iyakan dari komunitas emak2blogger membuatku bertemu dengannya. 
"Ren tau Maman Suherman gak?" Mak Fadhlun menanyakan narasumber kita hari ini
"Gak!, nanti aja disana taunya..."

Jujur saja, ketika launching sebuah buku atau novel atau prodak sekalipun aku tak pernah mencari tau dulu siapa dia. Biasanyakan orang peduli pada profil dan latar belakangnya. Hehehehe…aku?

Sebenarnya simple, alasanku Cuma satu. Aku ingin melihat gambaran utuh seorang narasumber itu dari kacamataku sendiri, dari sudut pandangku sendiri. Kadang kalau kita lihat profinya dulu, kita sudah merasa wah banget karena latar belakangnya atau jika tidak sesuai ekspetasi kita cenderung meremehkan.
Well..my view.
yang botak tuh kang Maman :) sebelahnya lagi ngitungin daki, si fikri. intersting jokes bro ;)

Lelaki yang tegas, pintar, normal (eye catch banget, tulisan di kaosnya.I'm lesbian ;pecinta wanita.wkwkwkwk...), good analysis, pandai bicara, sip deh…at least hello effect plusnya dapet

Oke, nah sekarang bergerak ke bukunya

Tulisan disamping cukup jelas PeRe:mpuan ada
Dapat dikasih ama yang nulis :)
lah Nur, 

Apa maksudnya perempuan adalah  Nur (cahaya)?
Cahaya yang bagaimana yang dimaksud?
Perempuan memberikan penerangan seperti apa yang diinginkan…

Physically, cantik, seksi, menarik, tinggi putih atau hitam manis kaya aku.wkwkwkwk..GR abis

Mentally, baik, lembut, taat, bertutur kata sopan, hangat, perhatian,penuh etiket
Terampil, pandai memasak, mengurus rumah, ngurusin anak, cari duit

Yes! These are definitely Pe Re:mpuan adalah Nur. CAHAYAAA
Tapi tak ada manusia yang sempurna….juga perempuan

Membaca novel ini, teringat Jakarta undercover. Gak tau tuh siapa pengarangnya lupa. Cerita yang hampir mirip. Kehidupan malam, beragam orientasi seksual, hal-hal yang membuatku tercengang, menangis lalu datar.

Pe Re: mpuan adalah cahaya. Lets check cahaya yang Re: miliki

Jumat, 14 Februari 2014

Will you be my wife?

Bismillahirrohmanirrohiimm “Jangan, jangan kau lakukan ini, jangan kau tinggalkan aku” “ Ambillah jiwaku jika memang itu yang kau inginkan” itulah sepintas dialog yang kutonton di film twilight saga semalam. Betapa rapuhnya si Bella ketika Edward meninggalkannya. Berbulan bulan ia hanya mengurung diri di kamar, selalu bermimpi buruk dan bahkan ia melakukan perbuatan-perbuatan yang mengancam jiwanya demi untuk melihat bayangan kekasihnya si Edward itu. Film itu merupakan salah satu film percintaaan yang booming di tahun 2013, aku bahkan sudah menontonnya berkali-kali. Romantisme menjadi dagangan yang laris dari hari kehari. Kata-kata manis dan melambungkan jiwa menjadi sebuah kegemaran yang dirindukan. Gambaran romantisme film itu memang luar biasa menyedot perhatian kita, khususnya anak muda dan apalagi pasangan yang jatuh cinta.

Terpikir olehku ketika si Bella mengurung diri dikamarnya berbulan-bulan..begitukah rasanya patah hati, kalau begitu mendingan gak usah jatuh cinta. Begitukah kehilangan orang yang dicintai hingga ingin menyusulnya kemanapun ia pergi, sekalipun menuju kematian.Masa sih segitunya?

Selasa, 28 Januari 2014

Family's Fingers Puppets

 Pembelajaran dimulai dengan lagu dulu and then buat family finger puppets, selanjutnya dipresentasikan.
Nih dia desain awalnya
Lembar Kerja SiswA
Anak- anak mulai bekerja. Mewarnai,menggunting mengelem dan selanjutnya...jadi deh. Tinggal dimainkan sambil bernyanyii..



Hi friends! Here's my puppets
Sekarang mempresentasikannya nihh

Minggu, 08 Desember 2013

MAKNA MASJID DALAM KEHIDUPAN

 “Mi, aku jadi inget, aku pernah browsing di sekolah, ada mesjid namanya aneh banget mi” Azzam memecah keheningan di tengah perjalanan kami menuju Bumiayu
“Memang apa namanya?” ujarku
“Namanya itu apa yaa..aku sudah makan atau aku mau makan apa gituu..” katanya sambil mengernyitkan dahi
“Iya ya, aneh. Coba kita browsing !” Maryam segera menggaet tab yang ada di tasku dan
“tulis apa mi?”
Ketik “mesjid aneh”.
Nah didapatlah nama mesjid Shanke yadem (anggap saja saya sudah makan). 
Kalau di Indonesia, nama mesjid kaya gitu di terima gak ya? hahaha..nama yang aneh untuk sebuah mesjid. Tapi ...Pastinya ada cerita di balik nama tersebut.
Mesjid ini berada di Turki, nah kalau mau ke Turki jangan cuma lihat Blue Mosque aja, tapi coba cari Mesjid Shanke yadem ini.
Tepatnya di pinggiran kota Istanbul, Al Fateh. Konon katanya ada seorang faqir yang bernama Khoiruddin Affandi ingin sekali membuat mesjid di kampungnya, setiap hari selepas bekerja, ia mendapatkan upah yang tidak seberapa. Upah tersebut tentunya untuk kebutuhan hidupnya terutama makan, nah kadang-kadang kita kan ingin makan enak tuh, pergi ke resto padang atau ingin coba steak dan semacamnya. Begitupun dengan si Khoiruddin ini, yang membedakan adalah ketika ia berkeinginan untuk makan makanan seperti itu, ia hanya membeli makanan sesuai kebutuhan perutnya saja sambil membayangkan makanan yang nikmat tadi. Sisa uangnya dimasukkannya ke tromol dan ia mengatakan pada dirinya sendiri ‘ahh, anggap saja saya sudah makan.
Begitu seterusnya, sampai pada akhirnya uangnya dirasa cukup untuk membangun masjid. Khoirudin mengemukakan niatnya, pada acara pertemuan warga desa, terbayang reaksi para tetangga, mereka terkejut bukan main. Khoirudin si faqir yang wara’ bisa mempunyai uang banyak untuk tujuan mulia tersebut. Kalau anda jadi tetangganya pasti ingin tahu, bagaimana caranya ia bisa mempunyai uang sebanyak itu?. 
Khoiruddin menceritakan pengalamannya dalam mengumpulkan uang tersebut, masyarakat tersenyum senyum saling memandang, juga bercampur haru. Ada yang nyeletuk bagaimana jika kita namakan mesjid ini Shanke Yadem (anggap saja sudah makan), mereka tertawa tergelak. Kemudian disepakatilah nama mesjid itu Shanke Yadem. Masyarakat sekitar bahu membahu membangun mesjid, sedangkan yang mendanai bahan-bahan bangunannya adalah tromol khoiruddin.
yang luar biasa adalah azzamnya, keinginannya yang kuat untuk membangun rumah Allah, walaupun dengan segala keterbatasannya, yang dalam bayangan tak mungkin ia dapat membangun mesjid. Ia adalah seorang yang miskin, tapi keinginannya tersebut bisa mendobrak segala kemustahilan, doa yang kuat dan ikhtiar tiada henti, serta harapan yang tiada putus.
Saya jadi teringat kisah khoiruddin yang lain.

Selasa, 01 Oktober 2013

Celengan Qurban



“Bu, Adian bawa celengan.....” salah satu anak berteriak
“Bu recehan semua,
“Wah, banyak amat Adian
“Yahh isinya cuma logam, seratusan
“Eh nggak, ada  yang lima ratus, seribu
Suara siswa bersahut sahutan,mereka  be rebutan ingin melihat celengannya,
Adian segera menuju ku, menuju kotak infaq yang kupegang. tepatnya.
Srengg, klontang... puluhan uang receh terjun dari celengannya,dari kaleng bekas biskuit panda yang ia gunakan untuk celengannya. Sontak seluruh siswa tepuk tangan.
“Horee...Adiaann
Pengumpulan infak qurban berakhir penuh makna, bukan hanya sekedar meletakkan uang ke kotak infak. Tapi pagi ini kami belajar tentang pengorbanan, keikhlasan, kesabaran, keyakinan, harapan dan impian.
Pengorbanan seorang anak kecil yang merelakan uang yang dikumpulkan diberikan pada orang lain
Keikhlasan
Kesabaran, kesabarannya dalam mengumpulkan uang tersebut bertahun-tahun untuk digunakan disaat yang tepat
Harapan dan impian, kami belajar banyak tentang harapan dan impian
Adian memiliki harapan bahwa setiap uang yang ia infakkan dapat memberikannya surga.
Siapa yang tahu bagaimana surga?
Siapa yang tahu, apakah setiap uang yang ia infakkan untuk kurban, bisa membantunya menuju surgaNya?
Siapa yang tahu?.. tidak ada yang tahu.
Tapi ia yakin, yakin sekali bahwa setiap receh yang ia kumpulkan untuk hewan qurban, dalam setiap helai rambut hewan kurban itu nantinya, akan ada kebaikan dia disana.
Ia yakin pada hari kiamat nanti hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Dan darah hewan qurban itu akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di mana pun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah.
Ia yakin Allah akan mencintainya dengan ia berinfak, sholat yang rajin, beribadah sungguh-sungguh.
Keyakinan ini adalah iman.

My Class Display TP 2013-2014

These are some of my class displays
OUR PRESENCE
 Display berikut untuk penyemangat siswa, supaya tidak terlambat masuk sekolah :)..
Termasuk gurunya harusnya. He..he..




OUR TREATY

OUR TREATY
Nah ini tata tertib di kelas, kurang banyak sih. tapi yang penting beberapa point yang tertera bisa dipahami dan dilakukan oleh siswa. Yeayy..Ganbatte

PRESTASI KEBAIKANKU
PRESTASI KEBAIKANKU

 Untuk siswa yang sulit tertib dalam beribadah atau makan siangnya gak pernah habis. Nah cara ini cukup ampuh untuk digunakan
Manjur juga memberikan reward ini, walaupun hanya bintang kecil setiap makan siang mereka habis. Siswa berlomba-lomba mendapatkan bintang terbanyak

OUR CREATION/ PICTURES
Sebenarnya siy ini hasil karya siswa yang dipajang. Nah berikut hasil karya mereka dalam mewarnai kupu-kupu... Ada lagi nih, mereka nuat topeng, tapi belum sempat di foto :)

Senin, 02 September 2013

SYAQILLA KU..................



Sore itu ,setelah mendapat telpon dari esti, teman sekerjaku d kelas. aku langsung menstater motorku melesat maju, menuju rumah siswiku berusia 7 tahun yang pendiam, pemalu dan baik hati itu. “syaqilla...syaqilla meninggal.....” sepanjang perjalanan aq tak kunjung percaya, sampai aq melewati sebuah gang yang berbendera kuning. kutegaskan mataku tuk melihat tulisan yang tertera di atasnya. syaqilla binti wawan.
ya benar, itu siswiku...

Rabu, 13 Maret 2013

Langsing Ala Rasulullah



LANGSING ALA RASULULLAH


“Islam cinta keadilan...takkan takut akan rintangan...” terdengar lirik lagu dan gelak tawa beberapa guru. Saya segera menghampiri, ternyata beberapa guru sedang berlatih gerakan senam diiringi nasyid tersebut. Tak berapa lama kemudian, seorang guru menghampiri saya “ Ren, ayo latihan!”, “Latihan apa?”, badminton ujarnya. Oh iya setengah berlari saya mengejarnya. Dalam perjalanan menuju ke hall, saya melalui beberapa guru yang sedang berlatih volley di lorong kelas dua. Subhanallah....tiba-tiba seluruh Nurul Fikri berada dalam euforia olahraga. 

Ada yang berlatih senam, volley, badminton dan lain-lain...dalam gelak canda di sela-sela persiapan pertandingan Pekan Olahraga ini. Banyak selentingan ucapan yaitu “biar langsing!”. Ha..ha.. untuk ibu-ibu seumuran saya ke atas, apalagi sudah memiliki anak, badan tumbuh kesamping menjadi hal yang sungguh nyata dan sulit dihentikan ataupun diturunkan.
Namun perkataan “biar langsing” tersebut, saya yakin bukan pernyataan ringan, tapi memang keluar dari lubuk hati yang paling dalam. Langsing atau lebih tepatnya memiliki berat badan tubuh ideal menjadi dambaan setiap orang. Sebenarnya lebih kepada memiliki tubuh proporsional membuat kita lincah bergerak, nafas tidak tersengal-sengal, bertenaga dan enak dipandang juga J.
Memiliki tubuh proporsional tidak terlepas dari gaya hidup yang kita lakukan. Lihatlah betapa banyak iklan di televisi mengenai makanan yang mengajak para penontonnya untuk dapat makan sebanyak-banyaknya tapi tetap langsing badannya. Perhatikan saja banyak iklan makanan dan banyak pula iklan obat pelangsingnya. 


Nah, berikut ini adalah kiat langsing ala Rasulullah yang bisa kita ikuti:
1.       Kita tidak makan sebelum lapar. Pada point ini kita belajar tentang timing (pengaturan alokasi waktu)
2.       Kita berhenti sebelum kenyang, (QS Thaha;18) point ini mengajarkan kita tentang portion (sesuai porsi)
3.       Perbanyak puasa, tentunyasudah banyak yang tahu mengenai manfaat puasa. Dan kalau kita rajin berpuasa sunnah (senin kamis, ayyamul bid) plus puasa ramadhan, maka sesungguhnya kita telah berpuasa selama setengah dari jumlah hari dalam setahun (kecuali kami perempuan karena terpotong haid)
4.       Tidak pernah berhenti beraktivitas. Dalam hal ini Rasulullah mencontohkannya dengan perang. Poin ini kita belajar tentang olahraga. Kenapa dicontohkannya perang, karena dalam  perang kita memeras otak untuk mengatur strategi , dalam perang ada berlari, dalam perang ada terjatuh lalu bangkit lagi, dalam perang ada angkat beban dan terlebih pasti ada tekanan-tekanan psikologis. Otak, pikiran dan tubuh sama-sama dioptimalkan.

Secara kesehatan sesungguhnya manusia itu hanya mempunyai dua penyakit yang pertama sakit fisik dalam hal ini seperti patah tulang dan semacamnya yang berhubungan dengan fisik seseorang. Yang kedua sakit keseimbangan, seperti penyakit jantung, stroke, kanker, ginjal dll. Semua penyakit ini adalah hasil dari akumulasi gaya hidup yang tidak sehat dalam jangka waktu yang panjang.
Semua hal ini tidak terjadi di zaman Rasulullah, bahkan dalam usia senja mereka masih sanggup menunjukkan kekuatannya dalam mengikuti peperangan. Ini karena mereka memiliki kondisi tubuh yang prima disertai gaya hidup yang sehat.

Sedangkan kita , saya terutama akibat gaya hidup yang salah, masih usia muda sudah dilarang makan enak (kolesterol). Seperti ustad Anis Matta pernah katakan sesungguhnya itu adalah penyempitan rahmat, bukan penyempitan pembuluh darah (kala itu saya merasa sangat tersindir J
Saran dokter kala itu, saya hanya diminta untuk rajin berolahraga.
Untuk panitia POR SIT Nurul Fikri saya mengucapkan apresiasi yang besar, karena telah memberikan peluang pada saya untuk “terpaksa” berolahraga (soalnya saya malas olahraga). Dan acung jempol pula pada guru-guru yang memang melakukan olahraga rutin seperti bu Latifah setiap hari jalan kaki menuju sekolah, beberapa kali saya tawarkan tumpangan motor tidak pernah mau, karena memang sudah diniatkan untk berolahraga sepanjang perjalanan menuju sekolah tersebut.
Akhirul kalam, semoga kesungguhan untuk memiliki tubuh yang langsing(proporsional)  dan tentu saja sehat, bisa terealisasi.

Bukan hanya untuk kepentingan pribadi saja, tapi juga diniatkan sebagai  bekal mengemban amanah yang lebih besar lagi yaitu menebarkan kebaikan, keindahan Islam di muka bumi. Jika kita sakit-sakitan, tentunya kontribusi kita terhadap dakwah berkurang. Allahu Akbar!!

Selasa, 12 Maret 2013

SLEEP WELL...

manusia berhati putih
isi dunia terlalu berat dipikul
beragam jenis perilaku terlalu banyak untuk ditoleransi
canda, tawa, sedih, marah, kesal
beragam perasaan yang dimiliki manusia dewasa
terkadang melelahkan
selalu ada tempat bersandar
bagi orang yang percaya
selalu ada tempat mengadu bagi orang yang percaya
tidurlah tanpa beban pikiran
nikmati setiap rongga sel yang ada di otak mu untuk meregang lepas
tidurlah seperti bayi
tanpa beban
tanpa keletihan
hanya kasih yang dirasa
hanya cinta yang diminta
tidurlah seperti bayi
dengan senyuman, senyuman seorang manusia berhati baik
senyuman mu

Jumat, 14 Desember 2012

Our Colourfull Fruits

Pembelajaran tentang buah-buahan tiba, gak ada media satupun. Paling enak sih, buahnya langsung ada di depan mata(he..he.. enakk).
Oh ya, pinjam media flah card ke Bu Imas or Bu Nuha soale kan punggawanya bahasa Inggris sejak belasan tahun yang lalu, (kesannya ancient amat ya :).
Miss Nuha, can I borrow the fruits flash cards? I want to use them in my next session
Ok, go ahead, in my locker. Upstairs!
Menujulah kita kesana, cari dicari. Tak satu jua terlihat sedikitpun tuh bendanya
Ku telpon bu Imas menanyakan hal yang sama, jawaban yang sama pula di dapat. Di loker atas!
Masa sih mataku konslet, kayanya udah di aduk-aduk nih loker, gak ada isinya.
Aahh cape nyari, turun aja, bikin sendiri!

Sama seperti pembuatan Abu Bakar story's cubes, aku menggunakan kubus. Bedanya kubus yang satu ini isinya bukan plot cerita, tapi buah-buahan. Nih dia nih hasilnya, How nice isnt it?




Ada pemikiran juga nih buat dijual (he..he..) sepertinya belum pernah lihat media kaya gini, dari Playgrup sampai SD bisa digunakan :))
Nah ini penggunaannya di kelas, 
wuihh anak-anak antusias tapi sedikit stress bagi yang susah ngomong, soalnya peraturannya siapa yang menggunakan bahasa Indonesia akan dihukum mati! eh salah meendapat hukumanya mengerjakan tugas ketika jam istirahat. Hmm gak enak kan, yang lain main, dia sendiri di kelas. Wkk...wkk..
Alhamdulillah setelah metode melingkar, kita akan menutup sessi pembelajaran dengan balapan
Siapa yang kubusnya sampai duluan di paling belakang dialah pemenangnya dengan meneriakkan Allahu Akbar!!
Caranya begini : siswa yang paling depan bertanya pada siswa di belakangnya sambil menunjuk buah yang ingin ia tanyakan kepada temannya. Dengan pertanyaan seperti ini contohnya : What are these? dan siswa di belakangnya menjawab "they are purple grapes" begitu seterusnya sampai siswa di barisan tersebut selesai semua dan kubus berakhir dengan teriakan takbir ALLAHU AKBAR!!
Wahh seruuu deh, tapi gurunya harus 8 oktaf nih. Soalee berisikkk banget kelasnya... terakhir. Guru mengatakan Have a pray ! dengan suara serek-serek becek kaya nenek-nenek, sedangkan siswa menjawab Subhanakallahumma wa bi hamdika Asyhaduallah illaa ha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu laik dengan suara LANTANG dan penuh keceriaan.

Senin, 10 Desember 2012

Penelitian Kelas 2C SDIT Nurul Fikri 2012

 NURUL FIKRI FAIR

Nurul Fikri Fair 2012, akan diadakan di Hall SDIT Nurul Fikri. Pada tanggal 15 Desember 2012.Diikuti oleh seluruh siswa SIT NF dari SIT NF Depok, NFBS Anyer, NFBS Lembang, SIT NF Makasar, SIT NF Aceh, dan SIT Cahaya Fikri Bontang dengan jumlah total 4000 orang siswa (mulai level TK sampai SMA).

Panduan Umum Lomba
Pelaksanaan Penelitian sifatnya wajib untuk seluruh siswa Nurul Fikri
Untuk siswa TK hingga kelas 2 penelitian dilakukan di sekolah dengan sistem kelompok dan didampingi Guru masing-masing
Untuk siswa kelas 3 ke atas penelitian dilakukan di rumah bersama orang tua dan dapat berkonsultasi ke Guru yang ditunjuk oleh wali kelas
Tema/Topik yang dipilih disesuaikan dengan minat siswa dan orang tua
Seluruh pelaksanaan penelitian di lakukan di rumah dan dapat mengkonsultasikannya ke Wali Kelas masing-masing.
Pelaksanaan penelitian tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang ekplosif dan sangat berbahaya
Rancangan penelitian harus diserahkan ke Wali Kelas sebelum tanggal
Guru/wali kelas akan mendiskusikan rancangan proposal dengan Tim Guru di sekolah dan akan memberikan masukan sebelum tanggal
Guru/wali kelas akan mengembalikan proposal yang sudah diperbaiki dan disetujui kepada siswa dan orang tua
Siswa/orang tua dapat memulai penelitian rancangan penelitian dikembalikan
Penelitian harus selesai sebelum tanggal 30 November 2012
Laporan penelitian disesuaikan dengan level kelas (fomat laporan penelitian terlampir)
Seluruh siswa yang mengikuti penelitian akan mendapatkan sertifikat dari sekolah
Info dan format laporan penelitian bisa menghubungi kepala sekolah
Sehubungan dengan lomba tersebut. Penelitian yang dilakukan kelas 2C mengenai sampah, mendapatkan nominasi 3 besar, untuk masuk memperebutkan juara 1.
Oleh karena itu, diharapkan orang tua murid mempersiapkan anaknya dengan makalah penelitian sampah ini, yang saya rangkum dalam bentuk PDF dan power point slide. Mohon ananda ditemani dalam mempelajari materi presentasinya. Jazakillah Khoiron katsiroon
Miss. Reni
Pdf : PDF file

Powerpoint : Power point Research
 Nb : Presentasi akan dilakukan pada hari Sabtu, 15 Desember 2012

Minggu, 02 Desember 2012

Dengarlah!!!

Aku marah ketika ada orang yang bilang bahwa anak-anak Palestina di doktrin oleh Israel
Aku marah ketika ada orang bilang mengapa jauh-jauh membantu Palestina sedangkan yang dekat ada
Aku marah ketika ada orang yang tidak mengerti keterikatanku, kedalamanku, kecintaanku pada Palestina begitu dalam.
Bagaimana mungkin mereka di doktrin untuk membenci Israel, ketika ayah, bunda, adik, kakak, saudara,
 mati di depan mereka. semua bayangan tentang ayahnya yang mereka inginkan lenyap dalam sekejap.
Bagaimana mungkin mereka di doktrin untuk membenci Israel, ketika secara langsung semua orang yang dikasihi hilang dalam dekapan menjadi sebuah bayangan yang indah.
SUDAH OTOMATIS!! benci itu datang. Dengarlah wahai para sekulerism, wahai para manusia yang mengagungkan dirinya sebagai pembawa kedamaian
yang selalu mengagungkan kasih
Add caption
Bagiku tak ada kasih, tak ada sayang tak ada belas sedikitpun bagi zionis Israel. DENGARKANLAH baik-baik

Minggu, 11 November 2012

Wujudkan Ide-ide mu




“Ihh, kantin kita kotor ya, sampah dimana-mana...gak ada yang ngerti kalimat tong sampah kali ya?”, Ujar salah satu siswi
“Eh, gimana kalau kita ambilin aja sampah yang ada, yang dekat kita aja, gak usah yang jauh-jauh” temannya berpendapat
Sontak satu meja mentertawakannya.
Mereka memberikan komentar bersahutan, “ Ah sok alim luh”, “ Eh jeng, udah ada petugasnya, ngapain repot-repot?!”, “ Sana kalau kamu mau, aku sih ogah”. Lalu satu anak mengomandoi sambil mengarahkan lainnya untuk menunjuk pada salah satu siswi yang memberikan ide tersebut “1..2..3..” Yaaa”
Siswi itu menjawab “Aku kan cuma memberikan ide, daripada kalian pada complaint sampah terus setiap hari!, kedut-kedut kupingku tahu!”


Dan serangkaian kalimat lainnya ketika saya sedang bersama mereka.
Memang, untuk bergerak dan menjadi diri sendiri dikalangan remaja itu sulit. Mengapa saya bisa bicara begini, karena saya juga pernah menjadi remaja, 20 tahun yang lalu. Nge geng, berkelompok, ngobrolin cowok, ngobrolin orang, mencela orang memang paling enak kalau dikerjakan rame-rame. Belum di tambah kalimat celaan yang berlomba-lomba dimunculkan, siapa yang mencela paling parah yang jadi pusat perhatian.  Seru habis kalau udah mencela orang.
Untuk remaja, percaya pada diri sendiri, menjadi diri sendiri agak sulit. Butuh remaja dengan kepribadian kuat yang berhasil, sisanya gemar untuk menjadi follower.
Saya teringat kisah Columbus①  sepulang ia menjelajah samudera dan menemukan benua baru yang ia sebut Amerika. Banyak orang yang salut padanya, dan banyak pula yang mencibir. Di antara mereka ada yang mencibir,”kalau sekedar menemukan daratan yang sudah ada pun saya juga bisa”

Sabtu, 10 November 2012

Arti KePahlawanan



Baru saja selesai menonton Live, Love and Music di ANTeve. Kebetulan bintang tamunya Iwan Fals yang
setiap lirik lagunya begitu dalam dan penuh makna. Dipandu oleh Vincent sebagai hostnya.
Di setiap pergantian lagu, Vincent melakukan obrolan dengan bang Iwan.
         “Bang, saya fans berat bang Iwan. Bagi saya bang Iwan adalah Pahlawan saya.” Ucapnya
         “Kenapa” balas bang Iwan.
         “Karya-karya abang banyak menginspirasi saya” jawab Vincent yang kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan berikutnya.
         “Bang, apa arti pahlawan menurut abang?”
Sedikit ragu, sambil memegang-megang jenggot tipis yang menaungi dagunya bang Iwan menjawab
         “Pahlawan itu, apa ya... Pahlawan itu ya...orang-orang yang tidak pernah menyebut dirinya pahlawan. Ia hanya berguna. Anda, saya, kita semua pahlawan.Betul?”
         Senyuman yang menjadi ciri khasnya menemani pandangan matanya mengitari ruangan studio yang sesak dengan fans OI.
         Percakapan itu tentunya bukan tanpa maksud. Percakapan itu berkaitan dengan hari ini tanggal 10 November yang tertera pada kalender Indonesia sebagai hari Pahlawan.

Jumat, 09 November 2012

terjun langsung



          “Saya punya pertanyaan pada kalian. Pertanyaan ini saya ajukan pada siswa saya di kelas 2 SD dan saya menganggap pertanyaan ini adalah pertanyaan tingkat tinggi yang harus dijawab oleh siswa kelas 2 SD”. 
           "Apaa bu?" Serentak mereka bertanya
        "Oke. Listen carefully! Irsyad adalah anak orang kaya, ia suka sekali berinfak, ia suka sekali bersedekah dan setiap bulan ramadhan ia tak pernah lupa menyantuni anak yatim. Banyak sekali perbuatan yang ia lakukan untuk membantu orang miskin, tapi Irsyad tidak suka berteman dengan orang miskin, ia lebih senang berteman dengan orang kaya, orang yang ia anggap selevel dengannya. Menurutmu bagaimana sikap Irsyad!"
        "Yaa  ibu, itu sih jawabannya jelas, ya gak bener lah sikapnya si Irsyad"
         "Bagian mana yang gak benar?" Balasku
         "Yang tidak mau berteman dengan orang miskinlah"
         "Menurutmu begitu, yang benar? Ucapku sambil tersenyum dan mengernyitkan dahi, tanda meragukan.
Mereka memandangiku, sontak salah satu dari mereka menjawab “ Sebenarnya sih, aku gak suka bu berteman dengan mereka,
Gak level, yang lain menambahi, iya bu mereka jorok , dekil, kotor, belagu lagi.
Belum lagi yang dandanannya nora, iuuhh...
Rambutnya ituloh. ST 12 banget...